Merambah Kabupaten Blora, Program Pengelolaan Air Bersih Pedesaan MCL – LSM Farabi

Setelah berhasil melaksanakan program pengelolaan air bersih di desa sekitar early production facility (EPF), Mobil Cepu Ltd bekerja sama dengan LSM Farabi kembali melakukan program yang sama di wilayah Kabupaten Blora. Sebagai langkah awal, program tersebut telah disosialisasikan pada akhir Nopember lalu di 2 desa di 2 kecamatan.
Desa yang menjadi sasaran program kali ini antara lain  Desa Jiken Kecamatan Jiken dan Desa Gadu Kecamatan Sambong. Dan program tersebut tampaknya juga disambut positif semua lapisan masyarakat karena air bersih sangatlah benar-benar dibutuhkan warga setempat, terutama pada musim kemarau.
Tidak hanya itu program ini juga dilanjutkan ke beberapa desa lainya, yakni di Dusun Watu Lumbung, Boleran Desa Jiken Kecamatan Jiken dan Desa Gadu Kecamatan Gadu. Sedangkan tujuan focus group discution (FGD) untuk melakukan penajaman pada sasaran (obyek) maupun teknis situasi dan kondisi pedesaan yang melibatkan peran serta masyarakat terutama yang akan menjadi sasaran utama sasaran dalam program peningkatan akses air bersih pedesaan.
“Metode diskusi ini untuk berbagi pengalaman masyarakat bagaimana mereka terlibat dalam program sejak perencanaan, pelaksanaan, dan metode monitoring evaluasi serta pelestarian program,” ujar Moch Irfan Manager LSM Farabi.
Dijelaskan, dari diskusi itulah partisipasi masyarakat akan terlihat bagaimana program tersebut dapat dilaksanakan. “Mereka telah difasilitasi oleh tengah pendamping selama proses diskusi untuk mengekplorasi data dan informasi dari masyarakat berkaitan dengan persiapan dan perencanaan yang nantinya sebagai penerima sekaligus sebagai pelaksana,” tambahnya.
Keterlibatan masyarakat sejak awal lanjut Irfan menjadi komponen penting, sebab mereka yang memahami kondisi atau lingkungannya untuk mempersiapkan diri agar  benar-benar siap apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
Adapun peserta diskusi FGP yang diadakan dirumah Marwoto selaku Kasun Watulumbung terdiri dari aparatur Desa, masyarakat beserta tokohnya, PKK dan  pemuda desa setempat. Hadir pula dalam kesempatan itu antara lain Acting Field public affair  manager MCL Rexy H. Mawardijaya didampingi Iwan dan Edy Purnomo serta dari  LSM Farabi.
Beberapa tema dalam diskusi yang dibahas antara lain peta potensi pemanfaatan air bersih yaitu pada Rt/Rw 01/13 sebanyak 60KK, Rt/Rw 03/13 sebanyak 25KK dan Rt/Rw 01,02/14 sebanyak sebanyak 50 KK,  rencana penentuan titik sumber air, penempatan tower dan penjaringan calon kelompok pengelola air bersih pedesaan (KPAB).
Hasil dari FGD tersebut sebagai awal perencanaan program peningkatan air bersih pedesaan di masing- masing desa sasaran program. Setelah FGD ini dilanjutkan survey titik sumber air dan letak tower dan pengukuran jaringan. Hasil tersebut difomulasikan dalam bentuk desain teknik perencanaan dan rencana anggaran biaya (RAB). Sehingga dengan adanya perencanaan teknikdan rencana angagran biaya (RAB) pada titik sasaran program akan menjadi dasar kelompok pengelola air bersih pedesaan KPAB terbentuk untuk melaksanakan pekerjaan. Besarnya perencanaan anggaran dan desain teknis yang sudah dibuat akan disampaikan kepada masyarakat melalui musdes perencanaan.
Pada kesempatan itu Rexy H Mawardijaya selaku perwakilan dari MCL    menyatakan bahwa dengan adanya bantuan ini akan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Dia berharap, kerjasama antara LSM Farabi, warga, dan MCL selalu terjaga terjalin dengan baik sehingga bantuan proses pengadaan air bersih bisa berjalan seperti yang diharapkan. “Dan dengan hasil pembangunan nantinya KPAB bisa mengelola dengan mandiri serta marawat hasil dari pembangunan, sehingga dapat dinikmati oleh anak cucu,” jelas Rexy.
Sementara itu, Marwoto Kasun setempat sangat berterima kasih kepada MCL melalui LSM Farabi yang telah memberikan bantuan pengelolaan air bersih bagi masyarakat di desanya.
Ia yakin dengan adanya pembangun prasarana air bersih di desa tidak akan terjadi problem dikalangan masyarakat saat musim kemarau. “Karena air bersih ini  sangat dibutuhkan, kami akan menjaga serta merawat secara berkelanjutan yang akan bisa dinikmati anak cucu secara turun temurun,” katanya.
Seperti diketahui, LSM Farabi telah melakukan pendampingan dan pelatihan kelompok pengelola air bersih pedesaan yang meliputi Desa Begadon, Ringintunggal dan Gayam, dalam pembangunan sarana dan perasarana air bersih kini sudah mencapai 90% terselaikan. (SB- 04)

Leave a comment »

SDM Modal

Sumber daya manusia (SDM) yang andal merupakan modal utama untuk mendapatkan kepercayaan. Dan untuk mendapatkan SDM yang mempunyai kredibilitas tidaklah mudah, hal itu butuh proses yang cukup lama.

�Kepercayaan yang diberikan kepada LSM Farabi bukan tanpa sebab, yang kami miliki adalah profil LSM yang baik, program yang jelas, dan SDM yang profesional,� kata Muhammad Irfan, Director LSM Farabi, kepada Duta.

Hal tersebut, menurut Irfan, yang membuat United Stated-World Food Program (UN-WFP), sebuah lembaga Badan Pangan Dunia, sampai saat ini masih menunjuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Farabi untuk menangani beberapa permasalahan pangan yang terjadi di Jawa Timur.

Irfan mengungkapkan, kepandaian saja tidak cukup untuk menjadi karyawan LSM Farabi. Mereka harus sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya, tidak boleh mudah putus asa, dan harus selalu belajar dari teman atau dari kegagalan yang dialaminya.

�Setiap orang pasti pernah gagal dan mempunyai kekurangan,� ujarnya.
Sebagai orang nomor satu di LSM Farabi, lanjut Irfan, dirinya harus bisa memberikan motivasi kepada bawahan dan tidak mudah untuk menyalahkan ketika mereka mendapatkan kesulitan dalam bekerja. Dari sikap ini, diharapkan ada keterbukaan satu sama lain sehingga setiap masalah bisa diselesaikan bersama. Penciptaan suasana kekeluargaan dalam kerja juga penting. Semangat bekerja akan selalu tumbuh dalam diri pribadi seseorang, jika sikap kebersamaan diciptakan di tempat kerja.

Irfan menambahkan, seorang pemimpin harus memberikan reward (penghargaan) kepada bawahannya yang berprestasi, baik pujian atau hadiah sebagai motivasi dalam bekerja. Tapi jika kegagalan yang terjadi, jangan memarahi karyawan di depan orang lain. Lebih bijaksana jika dia dipanggil di tempat yang khusus untuk ditanya lebih lanjut tentang kegagalannya, kemudiaan diberi solusi supaya karyawan tidak stres.

Menurut Irfan, dari model kepimpinan yang dimulai sejak 2005 ini LSM-nya mampu menyelesaikan beberapa program dari United Stated-World Food Program. Diantaranya, School Feeding (pemberian makanan sehat kepada anak-anak SD), Marital Child Number (MCN) (pembentukan Posyandu untuk anak balita), Positif Deffien (PD) menciptakan image sehat di tengah-tengah lingkungan yang tidak sehar, Litteracy (pemberantasan buta aksara) dan Vocational (pelatihan kerja bagi yang tidak mempunyai keterampilan). (sya,ger)

Leave a comment »

MCL dan Farabi Mulai Garap Proyek Air Bersih di Bojonegoro

Mobil Cepu Limited (MCL) bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat Farabi melaksanakan proyek peningkatan air bersih di Desa Begadon, Ringintunggal dan Gayam Kabupaten Bojonegoro. Progam Manager Farabi Muhammad Irian, dalam siaran persnya, Kamis (22/1), menyebutkan bahwa warga tiga desa tersebut sangat membutuhkan air bersih untuk minum, memasak, kebersihan pribadi, dan rumah tangga. Pada saat-saat tertentu, ketersediaan air bersih di tiga desa tersebut secara kualitas dan kuantitas menurun.

Ketersediaan air bersih bagi warga masyarakat di tiga desa lokasi sasaran program lebih mudah dengan tersambungnya air bersih ke rumah-rumah warga sebagai pemanfaat sekaligus anggota KPAB. Jumlah pemanfaat air bersih melalui sistem perpipaan pada program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan seluruhnya 722 KK, terdiri dari di Desa Ringintunggal 310 KK, Desa Begadon (220 KK), dan Desa Gayam (192 KK).

Menurut Irian, Mobil Cepu Limited (MCL) mendanai program air bersih dan sanitasi dengan membangun sarana penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan. Program Peningkatan Akses Air Bersih Perdesaan dimulai sejak Agustus sampai Desember 2008 dengan pembangunan penyediaan sarana air bersih melalui sistem perpipaan di Desa Ringintunggal, Desa Begadon, dan Desa Gayam Kecamatan Ngasem.

Program itu diiringi terbentuknya organisasi pengurus air bersih Kelompok Pengelola Air Bersih (KPAB) Subur Makmur di Desa Ringintunggal, Tirto Panguripan di Desa Begadon, dan Banyu Urip di Desa Gayam. Tujuan utama dari program ini meningkatnya akses terhadap air bersih melalui sistem perpipaan berbasis masyarakat. “Diharapkan sistem pengelolaan air minum berbasis masyarakat perdesaan berfungsi secara berkelanjutan,” kata Irian.

Hasil pelaksanaan proyek peningkatan air bersih ini mencakup penyambungan jaringan perpipaan air bersih dengan sistem tandon, terbentuknya KPAB secara mandiri. Sasarannya di setiap keluarga tercukupi kebutuhan air bersih untuk minum, masak, mandi, dan mencuci.

Diharapkan pula ada kemandirian secara kelembagaan dan keuangan bagi kelompok pengelola air bersih. Masyarakat penerima program diharapkan memiliki kepedulian dan komitmen bersama untuk mengelola, merawat, dan melestarikan sistem air bersih melalui sistem perpipaan supaya berkelanjutan.

Model peningkatan akses air bersih yang dijalankan merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten Bojonegoro, pemerintah desa, masyarakat, LSM , dan perusahaan (MCL). “Yang terpenting dari pogram ini adalah meningkatnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya air bersih bagi keberlangsungan hidup. Kini, krisis air mulai terjadi di mana-mana serta ada perubahan perilaku masyarakat dalam pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Yang harus disadari bersama bahwa air adalah sesuatu yang esensial bagi kehidupan, kesehatan, dan martabat manusia. Pada situasi ekstrem mungkin tidak tersedia cukup air untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar. “Oleh karena itu, menjadi panting memasok air minum yang aman dalam jumlah cukup untuk menjaga kelangsungan hidup,” ujarnya.

Leave a comment »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.